by

Musim Kemarau Mengintai, Mabes TNI Turun Tangan Cegah Karhutla di Way Kanan

-Berita, Daerah-718 Views

WAY KANAN – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius memasuki musim kemarau 2026. Tidak ingin kecolongan, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI turun langsung ke Kabupaten Way Kanan untuk memperkuat langkah pencegahan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan di tingkat kewilayahan.

Kegiatan penyuluhan digelar di Gedung Serbaguna Kampung Kali Papan, Kecamatan Negeri Agung, Rabu (2/9/2026). Tim Mabes TNI dipimpin Kolonel Pas Mugiarso bersama sejumlah anggota dan melibatkan unsur terkait di wilayah Kodim 0427/Way Kanan.

Kehadiran tim penyuluh ini menjadi sinyal bahwa persoalan karhutla tidak boleh dianggap sepele. Terlebih, pada musim kemarau, kondisi lahan yang kering dapat membuat api lebih mudah muncul dan dengan cepat meluas apabila tidak segera ditangani.

Kolonel Pas Mugiarso mengatakan, sosialisasi tersebut merupakan bagian dari langkah preventif untuk membangun pemahaman dan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi karhutla.

Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan tindakan ketika kebakaran sudah terjadi. Upaya pencegahan harus menjadi prioritas dengan memperkuat koordinasi, meningkatkan kewaspadaan dan membangun kesadaran masyarakat.

“Pencegahan harus dimulai sebelum api muncul. Kesiapsiagaan dan koordinasi seluruh unsur menjadi kunci agar potensi kebakaran dapat segera diantisipasi,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI juga memberikan edukasi mengenai pentingnya pencegahan sejak dini, termasuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan di tengah musim kemarau.

Senada dengan hal tersebut, Camat Negeri Agung Hepi Haryanto menilai pencegahan karhutla membutuhkan komitmen dan keterlibatan seluruh elemen. Menurutnya, persoalan karhutla bukan hanya tanggung jawab TNI, pemerintah maupun aparat penegak hukum, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.

“Jangan sampai kita baru bergerak ketika api sudah membesar. Pencegahan harus dilakukan sejak dini dan dimulai dari lingkungan masing-masing,” tegas Hepi.

Ia menambahkan, aparat di tingkat kecamatan dan kampung memiliki posisi penting karena berada paling dekat dengan masyarakat. Dengan demikian, setiap potensi kebakaran dapat diketahui dan ditindaklanjuti sedini mungkin.

Hepi juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan atau lahan yang kondisinya kering selama musim kemarau.

“Kalau terjadi kebakaran, dampaknya bukan hanya soal lahan yang terbakar. Asapnya bisa mengganggu aktivitas masyarakat, mengganggu jarak pandang dan yang paling utama berpotensi berdampak terhadap kesehatan. Karena itu, jangan anggap persoalan karhutla sebagai masalah kecil,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, instansi terkait serta masyarakat dapat terus diperkuat. Menurutnya, keberhasilan mencegah karhutla bukan diukur dari seberapa cepat memadamkan api, tetapi dari seberapa mampu semua pihak mencegah api itu muncul.

Dengan penguatan sosialisasi dan kesiapsiagaan tersebut, seluruh pihak diharapkan tidak hanya bersiap menghadapi kebakaran, tetapi juga aktif menjaga agar potensi karhutla tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar di wilayah Way Kanan khususnya Kecamatan Negeri Agung.

Reporter: (Awal)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *