by

Jelang HSN, MWC NU Bergerak, Gelar aksi Sosial Bertajuk “Mencari Koin Santri”

-Berita, Daerah-1438 Views

Way Kanan, – Satu hari menjelang peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2025, suasana semangat gotong royong dan kepedulian tampak kental di Kecamatan Gunung Labuhan. Hari ini, Selasa, 21 Oktober 2025.

Para Penyuluh Agama Islam (PAI) setempat bersama dengan jajaran kepengurusan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Gunung Labuhan, menggelar aksi sosial bertajuk “Mencari Koin Santri”. Kegiatan yang berpusat di sejumlah madrasah dan pondok pesantren (ponpes) di wilayah Gunung Labuhan ini bertujuan untuk menghimpun infak dan sedekah dari masyarakat, siswa dan siswi Madrasah serta Pondok Pesantren.

Ketua MWC NU Gunung Labuhan, Sigit Wibowo menyampaikan bahwa aksi “Koin Santri” ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HSN yang jatuh pada 22 Oktober 2025 besok.

“Ini adalah ikhtiar nyata kami di Gunung Labuhan untuk menegakkan pilar kemandirian umat, sesuai dengan semangat Hari Santri. Kami berkeliling, mengajak seluruh elemen, baik guru, siswa -siswi (santriwan-santriwati) maupun masyarakat sekitar, untuk bersama-sama menyisihkan rezeki untuk kesejahteraan guru ngaji,” ujar Sigit di sela-sela pengumpulan koin di salah satu Madrasah.

Sementara, Penyuluh Agama Islam (PAI) turut aktif mendampingi dan memberikan sosialisasi mengenai pentingnya program ini. Mereka menjelaskan bahwa dana yang terkumpul akan dikelola secara transparan serta akan didistribusikan pada hari santri Rabu, (22/10) besok, di Upacara Hari Santri di Kecamatan Rebang Tangkas.

“Kami memastikan bahwa semangat koin ini adalah murni gerakan keikhlasan untuk mendukung pendidikan agama khususnya pada guru ngaji tentu hal ini sejalan dengan visi Kementerian Agama,”kata Khaeirul Huda Abm Koordinator Penyuluh Agama Islam Gunung Labuhan seraya Mengucapkan terimakasihnya Kepada MI,MTS dan MA Mathlaul Anwar yang sudah ambil bagian dalam program tersebut.

Aksi yang berlangsung tersebut disambut antusias oleh pengelola madrasah dan ponpes. Mereka berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi tradisi tahunan yang memperkuat sinergi antara ulama, umara (pemerintah), dan masyarakat, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebersamaan kepada para santri.

“Terimakasih sudah berkunjung ke Madrasah kami. Tentu kalau diukur, mungkin tidak banyak apa yang diberikan oleh anak-anak tetapi mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan dan menjadi amal ibadah,” Jelas Saipudin Kepala Mts Mathlaul Anwar.(Yan)

Editor: (Awal)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *