WAY KANAN – Pemerintah Kabupaten Way Kanan terus mendorong paradigma baru pembangunan melalui program SIKOP (Sinkronisasi dan Kolaborasi Pembangunan). Program tersebut melibatkan berbagai organisasi masyarakat (ormas), lembaga dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung pembangunan yang lebih terarah, terpadu dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah ormas seperti Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT), Palang Merah Indonesia (PMI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan Pramuka turut dilibatkan dalam program tersebut.
Kampung Bandar Dalam, Kecamatan Negeri Agung, ditunjuk sebagai salah satu lokasi awal pelaksanaan program SIKOP. Hal tersebut disampaikan Kepala Kampung Bandar Dalam, Hasani, saat ditemui usai kegiatan koordinasi dan survei di wilayah kampung setempat.
Hasani mengatakan, Kampung Bandar Dalam siap menjadi tuan rumah sekaligus mendukung penuh pelaksanaan program SIKOP. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan nantinya akan melibatkan berbagai stakeholder, termasuk sekolah-sekolah dan unsur masyarakat lainnya.
“Kampung Bandar Dalam ditunjuk menjadi tuan rumah Kampung SIKOP. Untuk kegiatannya akan diisi oleh GRANAT Way Kanan, ICMI, PMI dan Pramuka. Untuk waktu pelaksanaannya memang belum ada kepastian karena masih akan dibicarakan di tingkat kabupaten. Namun, pada prinsipnya kami siap menyukseskan program ini dengan melibatkan seluruh stakeholder yang ada, termasuk sekolah-sekolah dan unsur masyarakat lainnya,” jelas Hasani.
Sementara itu, Ketua Harian GRANAT Way Kanan, M. Yajid, mengatakan kegiatan yang dilakukan di Kampung Bandar Dalam merupakan bagian dari rangkaian koordinasi dan survei untuk mempersiapkan pelaksanaan program SIKOP.
Menurut Yajid, koordinasi tersebut dilakukan bersama Kepala Kampung Bandar Dalam dan Camat Negeri Agung untuk memastikan kesiapan wilayah sekaligus melihat potensi kegiatan yang dapat dilaksanakan dalam program SIKOP.
“Agenda hari ini merupakan rangkaian koordinasi dan survei di Kampung Bandar Dalam bersama kepala kampung dan camat. Kita ingin memastikan kesiapan sekaligus membangun kesepahaman apakah Kampung Bandar Dalam dan Kecamatan Negeri Agung berkenan menjadi lokasi awal pelaksanaan program SIKOP,” ujar Yajid.
Ia menjelaskan, SIKOP merupakan paradigma baru pembangunan Kabupaten Way Kanan yang mengedepankan sinkronisasi dan kolaborasi antarpihak. Paradigma tersebut telah dicanangkan oleh Bupati Way Kanan pada 27 April, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Way Kanan.
“SIKOP adalah paradigma baru pembangunan Kabupaten Way Kanan, singkatan dari Sinkronisasi dan Kolaborasi Pembangunan. Ke depan, pembangunan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi harus melibatkan seluruh elemen yang memiliki kepedulian dan kapasitas untuk bersama-sama memberikan kontribusi,” terangnya.
Dalam agenda tersebut, sejumlah organisasi telah menyatakan keterlibatannya, di antaranya GRANAT, PMI, ICMI dan Pramuka. Sementara untuk pelaksanaan SIKOP di kecamatan lainnya, keterlibatan organisasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi wilayah, termasuk organisasi seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan organisasi masyarakat lainnya.
Yajid menambahkan, tidak ada persiapan khusus yang bersifat seremonial. Masing-masing organisasi nantinya akan menjalankan program sesuai dengan bidang dan lokus yang telah ditentukan.
Sebagai contoh, ICMI direncanakan menggelar pelatihan jurnalistik bagi sekitar 40 orang pembina pesantren se-Kabupaten Way Kanan yang rencananya dipusatkan di Gedung KDMP. Sementara PMI akan melaksanakan kegiatan pelatihan Palang Merah Remaja (PMR) yang menyasar kalangan pelajar SMA.
Camat: SIKOP Harus Hadirkan Manfaat Nyata
Camat Negeri Agung, Hepi Haryanto, S.E., menyambut baik rencana pelaksanaan program SIKOP di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa pemerintah kecamatan siap memberikan dukungan dan berkoordinasi dengan seluruh pihak agar program tersebut dapat berjalan dengan baik.
Hepi menilai, konsep sinkronisasi dan kolaborasi merupakan langkah positif karena pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kampung, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga generasi muda.
“Kami dari Kecamatan Negeri Agung tentu menyambut baik dan siap mendukung program SIKOP ini. Bagi kami, yang terpenting bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bagaimana program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Hepi.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi sejak tahap awal agar setiap kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing organisasi dapat saling melengkapi dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Semangat SIKOP ini adalah sinkronisasi dan kolaborasi. Artinya, semua pihak harus berjalan dalam satu arah, saling mendukung dan saling menguatkan. Kami akan mendorong pemerintah kampung bersama stakeholder di Kecamatan Negeri Agung untuk ikut mengambil peran sesuai dengan kemampuan dan bidang masing-masing,” jelasnya.
Hepi berharap, jika Kampung Bandar Dalam nantinya menjadi lokasi awal pelaksanaan SIKOP, kegiatan tersebut dapat menjadi contoh kolaborasi yang dapat dikembangkan di kampung-kampung lainnya.
“Kami berharap Kampung Bandar Dalam bisa menjadi contoh bahwa ketika pemerintah, organisasi, sekolah dan masyarakat bersatu, banyak hal positif yang bisa dilakukan. Jangan sampai program hanya berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi harus ada keberlanjutan dan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Dengan konsep tersebut, program SIKOP diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat, sekaligus menciptakan pola pembangunan yang lebih kolaboratif, terukur dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut juga hadir Camat Blambangan Umpu, Kesbangpol, BPK, Unsur Pemerintah Kecamatan, BPK, dan Tokoh Agama
Reporter (Awal)












Comment