by

Operasi Patuh Dimulai, Polres Way Kanan Ajak Masyarakat Utamakan Keselamatan Berlalu Lintas

-Berita, Daerah-67 Views

WAY KANAN – Polres Way Kanan bersama jajaran Polda Lampung resmi memulai Operasi Patuh Krakatau 2026 melalui apel gelar pasukan pada Senin (26/10/2026). Operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, bertujuan meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya.

Apel gelar pasukan tersebut dihadiri Wakapolres Way Kanan Kompol Martono, pejabat utama Polres Way Kanan, personel Polri, TNI, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP Kabupaten Way Kanan.

Kapolres Way Kanan AKBP Ramadhona melalui Wakapolres Kompol Martono membacakan amanat Kapolda Lampung Brigadir Jenderal Polisi Yustan Alpiani, S.I.K., S.H., M.Hum. Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir terhadap kesiapan personel, sarana, dan prasarana untuk mendukung kelancaran pelaksanaan operasi.

Operasi Patuh Krakatau 2026 juga menjadi wujud komitmen bersama dalam mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas), sekaligus membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.

Berdasarkan data analisis dan evaluasi Kamseltibcarlantas periode Januari hingga September 2026, tercatat sebanyak 3.256 kejadian kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 464 orang meninggal dunia, 2.699 orang mengalami luka berat, dan 1.845 orang mengalami luka ringan. Sementara itu, kerugian material akibat kecelakaan mencapai Rp9.817.007.259.

Data tersebut juga menunjukkan bahwa kecelakaan paling banyak terjadi di jalan arteri, khususnya jalan nasional, dengan waktu rawan pada pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Kelompok usia 15–19 tahun menjadi kelompok yang paling banyak terlibat dalam kecelakaan lalu lintas. Adapun pelanggaran lalu lintas tercatat sebanyak 2.733 pelanggaran, yang didominasi oleh kendaraan roda dua.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan raya membutuhkan perhatian dan tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, penggunaan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, penggunaan sabuk pengaman bagi pengemudi dan penumpang mobil, serta kepatuhan terhadap batas kecepatan merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Dalam pelaksanaannya, Operasi Patuh Krakatau 2026 mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis. Upaya tersebut juga didukung penegakan hukum melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) serta pemberian teguran kepada pelanggar sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui operasi ini, masyarakat diharapkan tidak hanya tertib berlalu lintas ketika ada petugas, tetapi juga menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan dan tanggung jawab dalam setiap perjalanan.

“Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan” menjadi tema yang menegaskan pentingnya sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar.

Dengan demikian, keberhasilan Operasi Patuh Krakatau 2026 tidak hanya diukur dari penindakan terhadap pelanggaran, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan serta berkurangnya risiko kecelakaan lalu lintas.

Reporter: (Awal)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *