by

Karang Taruna Way Kanan Belajar ke Surakarta, Bidik Penguatan UMKM dan Gerakan Pemuda

-Berita, Daerah-76 Views

SURAKARTA – Karang Taruna Kabupaten Way Kanan, Lampung, memperkuat jejaring organisasi dan menggali praktik baik pengembangan kepemudaan melalui kunjungan silaturahmi dan diskusi bersama Karang Taruna Kota Surakarta, Senin (26/10/2026) petang.

Pertemuan yang berlangsung di Sekretariat Bersama Karang Taruna Kota Surakarta tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman mengenai tata kelola organisasi, penguatan kelembagaan, pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM, hingga pengembangan program sosial dan lingkungan.

Dalam diskusi itu, Karang Taruna Kota Surakarta memaparkan sejumlah program unggulannya, di antaranya Sonjo Taruno, gerakan kepedulian sosial dan lingkungan untuk merespons persoalan sampah serta membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan. Selain itu, dibahas pula Kata Media atau Media Karang Taruna sebagai sarana publikasi, dokumentasi, dan penyebarluasan informasi kegiatan organisasi.

Rombongan Karang Taruna Kabupaten Way Kanan dipimpin langsung oleh Ketua, Abdullah Candra Kurniawan, didampingi Sekretaris Anggi Subagio serta jajaran pengurus lainnya. Sementara dari Karang Taruna Kota Surakarta hadir Wakil Ketua Ucok Irwansah, Sekretaris Betty Puspita, dan sejumlah pengurus.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Way Kanan, Abdullah Candra Kurniawan, mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperluas wawasan dalam mengembangkan organisasi kepemudaan yang lebih aktif, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Banyak hal positif yang dapat kami pelajari, mulai dari tata kelola organisasi, pengembangan UMKM di tingkat kelurahan, hingga program sosial dan lingkungan. Harapannya, pengalaman ini menjadi inspirasi untuk memperkuat gerakan Karang Taruna di Kabupaten Way Kanan agar semakin aktif, mandiri, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan regulasi dan kebijakan pemerintah daerah dalam memperkuat kelembagaan Karang Taruna hingga tingkat kampung.

Menurut Abdullah, pengalaman Kota Surakarta dalam membangun dukungan terhadap organisasi kepemudaan menjadi salah satu referensi yang layak dipelajari, termasuk melalui Peraturan Wali Kota Surakarta Nomor 11 Tahun 2015 tentang Pedoman Pemberdayaan Kelembagaan dan Optimalisasi Peran Karang Taruna serta Peraturan Wali Kota Surakarta Nomor 30 Tahun 2025 tentang Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan.

“Kami melihat pentingnya peran pemerintah daerah dalam memberikan ruang, pengakuan, pembinaan, dan dukungan terhadap keberadaan Karang Taruna. Praktik baik seperti ini dapat menjadi referensi untuk memperkuat kelembagaan Karang Taruna di Kabupaten Way Kanan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, penguatan organisasi tidak cukup hanya melalui pembentukan struktur kepengurusan, tetapi harus diikuti program nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Potensi pemuda harus diarahkan menjadi kekuatan sosial dan ekonomi. Karena itu, pengembangan UMKM, kepedulian terhadap lingkungan, serta pemanfaatan media sebagai sarana komunikasi organisasi menjadi hal penting yang perlu terus didorong,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Karang Taruna Kota Surakarta, Ucok Irwansah, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, pertemuan antardaerah merupakan kesempatan untuk saling berbagi pengalaman sekaligus memperkuat peran organisasi kepemudaan di tengah masyarakat.

“Organisasi yang kuat bukan hanya dilihat dari banyaknya pengurus atau program yang tercatat, tetapi dari seberapa jauh organisasi tersebut mampu bergerak dan memberikan dampak bagi masyarakat. Kuncinya ada pada kekompakan pengurus, konsistensi menjalankan program, kemampuan membaca persoalan di lingkungan, serta keberanian menghadirkan inovasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, program Karang Taruna harus berangkat dari kebutuhan masyarakat, melibatkan partisipasi generasi muda, dan dijalankan secara berkelanjutan.

Melalui Sonjo Taruno, misalnya, kepedulian terhadap lingkungan diwujudkan dalam gerakan bersama untuk merespons persoalan sampah. Sementara Kata Media menjadi sarana untuk memperkuat publikasi dan komunikasi organisasi agar berbagai kegiatan serta kontribusi pemuda semakin dikenal masyarakat.

Ucok berharap, pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai agenda silaturahmi, tetapi menjadi awal terbangunnya komunikasi dan kolaborasi berkelanjutan antara Karang Taruna Kota Surakarta dan Karang Taruna Kabupaten Way Kanan.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan pentingnya jejaring antardaerah dalam meningkatkan kapasitas organisasi kepemudaan. Pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat diadaptasi sesuai potensi dan kebutuhan masyarakat Kabupaten Way Kanan.

Dengan demikian, Karang Taruna tidak hanya hadir sebagai organisasi kepemudaan, tetapi juga mampu menjadi penggerak pemberdayaan ekonomi, kepedulian sosial, pelestarian lingkungan, serta pengembangan kreativitas generasi muda di daerah.

Reporter: (Awal)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *