by

Tingkatkan Kesiapsiagaan, Kecamatan Pakuan Ratu Gelar Rakor Karhutla dan Kekeringan

-Berita, Daerah-451 Views

WAY KANAN — Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kekeringan, Pemerintah Kecamatan Pakuan Ratu menggelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Karhutla dan Kekeringan, Senin (31/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Kampung Way Tawar, Kecamatan Pakuan Ratu, tersebut dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Rakor ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, pemerintah kampung, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi kedaruratan akibat Karhutla dan kekeringan.

Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penyuluhan dari TNI Mabes, yang dilanjutkan dengan rapat koordinasi terkait langkah-langkah kesiapsiagaan dan penanganan Karhutla serta kekeringan di wilayah Kecamatan Pakuan Ratu.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Pakuan Ratu Indra, Kapolsek Pakuan Ratu, Kepala Kampung Gunung Cahya, Kepala Kampung Negara Tama, Kepala Kampung Pakuan Baru, Kepala Kampung Pakuan Sakti, Kepala Kampung Gunung Waras, serta para Kepala UPT Puskesmas se-Kecamatan Pakuan Ratu.

Rapat koordinasi diarahkan untuk menghasilkan pemetaan wilayah yang menjadi prioritas rawan Karhutla dan kekeringan, kesiapan personel maupun peralatan, pembagian tugas, mekanisme komando dan koordinasi, serta rencana tindakan cepat apabila terjadi kondisi darurat.

Camat Pakuan Ratu Indra mengatakan, kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi, tetapi harus dipersiapkan sejak dini melalui koordinasi dan pemetaan potensi kerawanan di wilayah.

“Kita tidak boleh menunggu sampai terjadi kebakaran atau kekeringan baru bergerak. Kesiapsiagaan harus kita bangun sejak sekarang, mulai dari pemetaan wilayah rawan, kesiapan personel dan peralatan, sampai dengan komunikasi dan koordinasi antarinstansi,” ujar Indra.

Menurutnya, penanganan Karhutla dan kekeringan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Karena itu, pemerintah kampung, aparat keamanan, tenaga kesehatan, serta masyarakat harus memiliki pemahaman dan langkah yang sama dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

“Yang paling penting adalah sinergi. Jika terjadi kondisi darurat, seluruh unsur harus mengetahui apa yang harus dilakukan dan siapa yang bertanggung jawab. Dengan koordinasi yang baik, kita berharap setiap potensi bencana dapat ditangani dengan cepat, tepat dan terukur,” tambahnya.

Indra juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan, serta menggunakan air secara bijak apabila kondisi kekeringan terjadi.

Melalui rapat koordinasi tersebut, diharapkan terbentuk kesiapan bersama dan sistem penanganan yang lebih efektif sehingga potensi Karhutla maupun dampak kekeringan di wilayah Kecamatan Pakuan Ratu dapat diminimalkan.

Reporter: (Awal)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *