by

A’a Deden: Hikmah Menjaga Lisan di Bulan Ramadhan

-Berita, Daerah-867 Views

Way Kanan – Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan. Di bulan ini, umat Islam di seluruh dunia berlomba-lomba untuk meningkatkan ibadah dan amal kebaikan. Salah satu hal yang penting untuk diperhatikan di bulan Ramadhan adalah menjaga lisan dari perkataan yang tidak baik

Hal ini disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Gunung Labuhan, Kantor Kementerian Agama Way Kanan, Khaeirul Huda Abm, M.Pd dalam program Hikmah Ramadhan RRI Way Kanan yang dimulai pukul 18:00 WIB-18:18 WIB (menjelang buka puasa. Red). Hari ini, 06 Maret 2025.

Dalam tausiahnya. A’a Deden Sapaan akrab Khaeirul Huda Abm, mengajak masyarakat untuk menjaga lisan dari perkataan yang dapat membatalkan puasa, seperti berbohong, menggunjing, dan berkata kasar.

“Menjaga lisan di bulan Ramadhan adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat penting. Dengan menjaga lisan, kita dapat menjaga kesucian bulan Ramadhan dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda,” ujarnya.

Dirinya juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terpancing emosi dan berkata kasar, terutama saat sedang berpuasa. Ia mengajak masyarakat untuk lebih banyak berdzikir, membaca Al-Qur’an, dan mendengarkan ceramah agama untuk mengisi waktu luang di bulan Ramadhan.

“Mari kita jadikan bulan Ramadhan ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah kita. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan memberikan ampunan kepada kita semua,” Imbuh A’a Deden yang juga ketua MUI Kecamatan Gunung Labuhan ini seraya menyampaikan tips-tips untuk menjaga lisan

“Dibulan yang mulia ini, marilah perbanyak dzikir dan membaca Al-Qur’an. Hindari berbohong, menggunjing, dan berkata kasar. Jaga emosi dan hindari marah-marah. Kemudian Isi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat, seperti mendengarkan ceramah agama. Terlebih perbanyak bersedekah dan berbuat baik kepada sesama. Semoga dengan menjaga lisan di bulan Ramadhan, kita dapat meraih keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.”pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *